Friday, June 18, 2021

CERPEN HAJI: "CINTANYA SEDALAM ZAM-ZAM"

 



"Ya Alloh...

Izinkanlah aku menuangkan ide-ide tentang hamba-hamba-Mu yang sholih dan sholihat ini: Ibrohim, Hajar dan Ismail.

Aku ingin menghayati perjalanan hidup mereka yang luar biasa itu, yang tidak akan mungkin sesudah mereka ada orang-orang yang mampu menjalani problematika hidup seperti yang pernah mereka alami itu.

Dan, aku memohon ampun pada-Mu, bila retorika dan ilustrasi-ilustrasi yang aku tuangkan itu melebihi dari batas-batas yang Engkau kehendaki. Oleh karena itu, aku mohon petunjuk dan bimbingan-Mu agar selalu dalam kebenaran yang Engkau ridhoi.

Salam dan berkah-Mu untuk Ibrohim, Hajar, Ismail dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari akhir.

Aamiin ya Mujibussailin..."

***

Hari itu, di bukit kecil Shofa...

"Wahai suamiku, mengapa engkau meninggalkan aku dan bayimu di tempat seperti ini, tanpa teman atau siapa pun?" tanya Hajar tak mengerti.

Ibrohim terus melangkah. Tak menjawab. Bahkan menoleh pun tidak.

"Aku tahu, engkau tak kan setega ini. Berilah aku alasan!" lanjut Hajar penasaran.

Ibrohim masih terus melangkah. Entah apa yang ada dalam pikirannya.

"Apakah ini atas perintah Alloh?" tanya Hajar lagi.

"Ya, atas perintah-Nya," jawab Ibrohim sambil menoleh.

"Kalau begitu, Dia tidak akan menelantarkan kami di sini. Aku menyerahkan segalanya dan pasrah pada-Nya. Silahkan, lanjutkanlah perjalananmu..." ujar Hajar merasa lega melepaskan kepergian suaminya itu.

Ibrohim melanjutkan perjalanannya. Tiba di bukit Tsaniyah, ia berdoa...

"Duhai Tuhan kami, sesungguhnya aku sudah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat Rumah-Mu yang dihormati (Baitul Haram). Tuhan kami, agar mereka mendirikan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia condong kepada mereka, dan limpahkanlah rezeki kepada mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur." 

***

Hajar dan bayinya yang masih merah yang bernama Ismail itu, harus bertahan hidup di tempat yang serba kekurangan, di lembah yang tiada tanam-tanaman.

Di tengah lengangnya suasana tanpa ada orang yang lalu-lalang menghampiri...

Di hamparan tanah berpasir dan bebatuan yang tandus dan gersang tanpa pepohonan...

Di bawah teriknya sinar matahari yang panas dan menyengat hanya berpayung gumpalan awan di langit...

Di dalam cekaman dingin malam yang menusuk tulang-tulang tanpa selimut, diiringi rasa ngeri teror binatang buas yang menerkam...

Di tempat seperti itulah Hajar dan Ismail berada. 

Sepeninggal Ibrohim pergi, yang lebih dikhawatirkan oleh Hajar ialah kondisi anaknya yang masih bayi itu.

Tiba-tiba Ismail menangis. Ia lapar. Sementara air susu Hajar sudah tak ada lagi keluar, karena tidak ada makanan yang disantapnya. Bekal yang ditinggalkan Ibrohim sudah habis.

Hajar berdiri memandang ke segala arah, barangkali ada makanan atau air yang bisa ditemui.

Pandangannya berhenti di bukit kecil Marwa di hadapannya. Ia melihat ada bayangan air di sana. Ia segera berlari ke sana.

Tapi Hajar tak menemukan air di bukit kecil Marwa itu. Rupanya ia telah tertipu oleh fatamorgana dari sinar matahari yang bergulung-gulung dengan hawa panas yang keluar dari bumi, yang membuat terjadinya bayangan yang mirip dengan buncahan air.

Hajar segera kembali lagi ke bukit Shofa menemui Ismail yang masih menangis. Pikirannya tak menentu, apa yang harus ia lakukan lagi.

Kembali Hajar berlari kecil ke bukit Marwa. Ia naik ke puncaknya. Mengawasi ke arah bawah, barangkali ada orang yang bisa dimintai pertolongannya. 

Hingga tujuh balikan, antara Shofa dan Marwa, Hajar tak mendapatkan makanan atau air yang dibutuhkannya itu.

Namun, setelah ia kembali ke Shofa, ia melihat ada rembesan air di dekat kaki Ismail. Ia mendekatinya...

"Zam, zam, zam..." gumam Hajar sambil menggali pasir di sekitar air itu.

Kemudian air memancar deras dari tempat yang digali oleh Hajar tersebut. Luar biasa gembiranya ia bisa mendapatkan air yang sangat dibutuhkannya itu. Segera ia minumkan Ismail yang sudah lama kehausan itu. Ia juga bisa memanfaatkan air itu untuk mandi, mencuci dan keperluan lainnya yang berhubungan dengan air.

Setelah ada sumber air di lembah tanpa tanaman itu, kehidupan di sekitar wilayah tersebut mengalami kemajuan perlahan-lahan.

Hari demi hari, makin banyak orang-orang yang berkunjung ke lembah yang sudah berubah subur itu. Mereka ramai menyebut sumber air itu dengan sebutan "zamzam", sebagaimana ucapan Hajar sewaktu pertama kali menggali sumber air tersebut.

***

Setelah pulang dari memenuhi panggilan Alloh, Ibrohim berkumpul kembali dengan keluarganya di lembah dekat sumber air Zamzam itu. Dan Ismail saat itu sudah tumbuh dewasa.

Kemudian Ibrohim mengajak Ismail untuk membangun Ka'bah sebagai simbol keberadaan Rumah Alloh (Baitulloh) di bumi.

Hingga hari ini, Baitulloh masih berdiri kokoh. Sementara keadaan di sekitarnya mengalami kemajuan yang cukup pesat, seiring kemampuan pengetahuan orang-orang di setiap zamannya.

Ibrohim, Hajar dan Ismail telah meninggalkan jejak cintanya kepada Alloh yang sangat luar biasa! Kedalamannya dilukiskan oleh keberadaan air Zamzam yang tak pernah surut sepanjang zaman hingga hari ini.

Maka, hati yang tertulis cinta pada Alloh, pastilah akan memenuhi panggilan-Nya untuk datang ke Rumah-Nya yang suci.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak kepada kamu."

"Maka sembahlah Tuhan pemilik Baitulharam ini."

Labbaik Allohumma labbaik...

*****tmt





Monday, December 14, 2020

CERPEN: "BULAN TERBELAH DI LANGIT SULAWESI"

 



Sebuah asa yang hilang, bagai bulan yang terbelah, kepingannya buyar berserakan, di telan malam yang kelam...

Aku hanya duduk terpaku memandang, bersama sepi yang mulai datang, tak ada lagi yang bisa kulakukan...

Pantai Tanjung Dulang dan Sungai                          Tamborasi jadi kenangan...

 

“Ah, aku seneng kenal kamu...” ujar May dengan senyum renyah.

“Seneng karena apa?” balas Krisna asyik memandangi May yang berhidung mungil.

“Banyak idenya.”

“Semua orang juga punya banyak ide kok.”

“Kamu beda. Pokoknya aku seneng banget...”

“O gitu...”

Sejenak jeda. Mungkin di benak mereka berdua sedanag mencari kata-kata yang pas untuk melanjutkan obrolannya. Semilir angin pantai ikut menyejukkan suasana hati mereka...

“Mmm... Aku boleh curhat gak?” lanjut May tersipu.

“Maunya gimana?” canda Kris bikin penasaran.

“Gak mau ya?”

“Siapa yang bilang gak mau?”

“Itu jawabnya gak langsung mau sih?”

“Kan supaya panjang ceritanya...”

“Ih, dasar!”

“Dasar apa?”

“Dasar banyak ide!”

Kris masih asyik memandangi May. Dalam hatinya, ia pun merasa sangat senang kenal dengan gadis Sultra ini.

Diam-diam May menguntit pandangan Kris. Hatinya berbunga-bunga melihat sikap seperti itu.

“Kenapa?” tanya May sambil memperpanjang ucapan huruf a-nya.

“Seneng kok,” sahut Kris sedikit kaget.

“Ya udah kalo gak mau aku curhat.”

“Kamu kan belum mulai curhatnya...”

“Ih, ribet amat sih?”

“Kan...”

“Supaya panjang ceritanya, kan?”

“Oke, sekarang siap aku dengarkan.”

Kris memandang wajah May seakan tak berkedip. May jadi merasa tak enak. Lagi-lagi curhatannya jadi tertahan.

“Jangan lihatin aku seperti itu dong...” ucap May merasa agak risih.

“Kan supaya serius,” jawab Kris diiringi senyuman.

“Iya sih. Tapi kan...”

“Udah, sampaikan aja apa isi curhatanmu itu...”

“Ih, kamu...”

“Anggap aja aku patung.”

Akhirnya May tak peduli lagi dengan aksi memandang dari Kris itu. Ia sampaikan isi curhatannya. Bla-bla-bla...

“Oo... gitu ya,” komentar Kris manggut-manggut.

“Iya itulah...” balas May datar.

“Biasanya kan cinta itu gak memandang jarak, jauh atau dekat. Kalau memang cinta, kenapa jarak yang jauh itu dijadikan halangan? Semuanya kan bisa ditempuh!”

“Iya, memang. Tapi orang tuaku juga gak mengizinkan...”

Kris senyum-senyum. Pandangannya dilepas ke hamparan pantai. May merasa aneh...

“Kok senyum-senyum sih?” tanya May sambil melirik.

“Ya bagus lah...” sahut Kris masih berbalut senyum.

“Apanya yang bagus?”

“Berarti dirimu masih jomblo dong...”

“Kalo jomblo kenapa?”

“Ada kesempatan dong buat aku...”

“Ngapain?”

“Nawar-nawar.”

“Emangnya aku barang dagangan ditawar-tawar!”

“Nawar hatimu...”

May tak berkata lagi. Sesaat ada rasa senang meresap ke dalam hatinya. Permainan kata-kata Kris itu membuatnya lupa dengan kisah yang belum lama dialaminya itu.

        Senja semakin turun. Kris dan May beranjak meninggalkan pantai yang kelak akan menjadi kenangan.

 

***

 

Empat bulan berlalu...

Kris dan May makin dekat dan terbuka... dalam hal bicara dan rasa di hati. Mereka berdua berusaha saling memahami... dalam hal sikap dan alur pikiran masing-masing. Sehingga tak ada salah paham di antara mereka dalam mensikapi perbedaan-perbedaan yang terjadi.

Makanya, Kris berani terbuka menyampaikan tentang seseorang yang lain selain May...

“Eh, aku ada kenal juga dengan seseorang di pulau kamu ini lho,” ujar Kris terbuka.

“Ce apa co?” balas May singkat.

“Ce sih.”

“Lebih cantik dong.”

“Itu sih relatif.”

“Lantas?”

“Maksudnya, aku jadi ada teman ngobrol selain kamu di pulau ini. Tapi dia pemalu.”

“Terserah deh...”

“Terserah gimana, May?”

“Ya kamu ngobrol aja deh sama dia.”

Kris menyadari, kalau keterbukaannya itu ternyata meleset dari dugaannya. Dalam hal ini, May ternyata benar-benar tersinggung.

Suasana di antara mereka berdua jadi terasa kaku. May tak banyak bicara lagi. Pancingan-pancingan dari Kris pun terasa hambar jawabannya.

Hingga akhirnya mereka meninggalkan sungai Tamborasi yang berair bening itu, dengan membawa perasaan yang resah.

 

***

 

Malam purnama yang indah...

Air di pantai berkilatan terkena cahaya bulan. Berkelip-kelip bagai gemintang di langit nun jauh di sana.

Ada pesan masuk di WA. Kris segera membukanya...

“Ternyata hatimu terbagi sama yang lain,” tulis May.

“Itu kan cuma teman di pulaumu ini, May,” balas Kris.

“Udahlah, lebih baik kamu berhenti mendekati aku...”

“May, jangan bikin aku seperti patung dong, gak bisa bergerak maju.”

“Aku ini orang kedua, setelah kamu kenal dia. Hatimu tentu lebih ke dia...”

“Aku belom tau perasaan dia yang sebenarnya, May.”

“Pastinya, dia juga tentu berharap.”

“Berharap apa, May?”

“Ya berharap kamu memilihnya. Makanya, jangan patahkan hatinya. Kasian, dia kenal lebih duluan sama kamu, dari pada aku...”

Terasa oleh Kris, May terus membuka jarak. Perlahan menjauhi Kris. Namun, Kris tak menyesali karena sudah menghadirkan orang ketiga di antara dirinya dengan May. Baginya lebih baik jujur, kalaupun harus terusir.

“Maaf, Kris...” lanjut May. “Pilihanku hanya satu. Kalo udah satu, ya satu. Gak mau ada yang lain...”

“May...” balas Kris belum selesai.

"Aku pamit. Terima kasih untuk kebaikan yang udah kamu berikan padaku.”

“May...”

“Bye...”

May menutup  hapenya. Tak ada lagi tampilan online di ruang WA Kris. Kris pun tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia mendesah...

Bulan purnama di langit malam seakan terbelah. Tak lagi indah memandanginya. Sebab, hati Kris sudah tak lagi bisa memantulkan cahayanya. Hatinya retak bergaris-garis.

Suasana pantai makin terasa sepi. Kris berusaha menyentuh air pantai itu. Mungkin untuk yang terakhir kali. Keberadaannya di Tanjung Dulang ini hanya sementara. Dan rupanya, tak ada tempat untuk hatinya berlabuh di pantai ini, di pulau Sulawesi...

 

***********akhir2020

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Sunday, December 13, 2020

A I S Y A H

 


Aisyah...

Ku syairkan namamu dalam sanjungan nan indah 

Ku renungi perjalanan hidupmu bersama sang Habiballoh Muhammad Rosululloh 

Prihidupmu tak hanya indah dalam nyanyian semata

Ku temukan kesempurnaannya saat ku jalani dalam langkah hidup ini

Kini dirimu menjadi kenangan sepanjang zaman 

Semoga bayangannya sebagai penuntun langkahku menjadi seperti dirimu

Aamiin...

*****





Wednesday, October 21, 2020

BELAJAR CEPAT (3) BAHASA INGGRIS: TENTANG "THE"

 CARA MEMBACA "THE"

 


    Kata the disebut sebagai sebuah article yang tidak memiliki arti apa-apa secara spesifik.

Yang harus diperhatikan dari kata the itu ialah cara membacanya.

 

Perhatikan 3 poin di bawah ini:

 

1. The dibaca de.

    Ialah apabila setelah the huruf mati (konsonan: b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z).

Contoh:

The school dibaca de skul.

The book dibaca de buk.

The car dibaca de kar

Dan yang lainnya...


2. The dibaca di

    Ialah bila sesudah the huruf hidup (vocal: a, e, i, o, u).

Contoh:

The ant dibaca di en

The apple dibaca di epl

The umbrella dibaca di ambrila

Dan yang lainnya...


3. Tergantung Pengucapan

    Ialah tergantung pengucapan huruf, meskipun hurufnya vokal (huruf hidup) atau konsonan (huruf mati).

Contoh:

The united dibaca de yunitid

The H dibaca di eich 

Dan yang lainnya... 


    Demikianlah cara menentukan pengucapan artikel the tersebut. Meskipun ini masalah kecil, tapi perlu diperhatikan, agar dalam berbahasa Inggris sesuai keumuman yang ada.

    Semoga bermanfaat.

**********



Monday, September 28, 2020

6 CARA MENCEGAH EFEK BURUK SINAR LAYAR HAPE

 


Berbicara soal hape (handphone), bukanlah hal baru. Semua orang kini hampir memiliki hape. Mulai anak balita sampai manula, mereka merasa asyik berinteraksi dengan hape.

Namun, informasi tentang  efek buruk sinar layar hape harus selalu diperbarui, agar hal-hal buruk yang berakibat pada mata bisa dicegah dan diatasi sesegera mungkin.

Sinar layar hape bisa menyebabkan beberapa hal buruk terhadap mata, antara lain ialah:

o   Kelelahan

o   Perih

o   Kabur

o   Kering

o   Menimbulkan puyeng di bagian depan kepala

Itu adalah beberapa hal buruk yang masih bisa dikatakan sebagai stadium ringan. Tapi hal itu akan menjadi lebih parah bila interaksi mata dengan layar hape dilakukan semaunya, tanpa ada batasan dan tidak mengindahkan pengalaman buruk yang pernah terjadi pada orang lain.

Inilah 6 tips sederhana untuk mencegah hal-hal buruk terhadap mata sebelum kondisinya lebih parah dan sulit ditanggulangi:

1.      Gunakan metode 20:20:20. Setelah berhadapan dengan layar hape selama beberapa menit, misalnya 20 menit, maka istirahatlah selama 20 detik, dan lakukanlah memandang benda (yang berada di tempat teduh) jarak sejauh 20 kaki (sekitar 6 - 7 meter). Misalnya memandang pohon-pohon bunga atau aquarium ikan hias, dan objek-objek benda lainnya yang bisa membuat mata menjadi rileks.

2.      Lakukan berkedip-kedip. Selama beberapa menit memandangi layar hape (juga laptop, komputer) bisa menyebabkan mata kehilangan cairan atau terasa kering. Maka, untuk melembabkannya ialah dengan cara berkedip-kedip hingga terasa lemas di mata.

3.      Konsumsi air putih. Berlama-lama interaksi dengan hape membuat sel-sel tubuh bekerja dengan keras dan mengalami ketegangan, sehingga memerlukan asupan cairan yang stabil agar tidak terjadi dehidrasi yang parah. Salah satunya ialah dengan mengkonsumsi air putih secukupnya. Untuk ukuran harian ialah 1,5 – 2,5 liter per hari.

4.      Olahraga ringan. Kadang menggunakan hape sambil duduk atau berdiri (mungkin sambil bersandar). Waktu 1 jam kadang tidak terasa berlalunya. Setelah itu, maka istirahatlah 10 – 15 menit dengan melakukan gerakan-gerakan ringan tangan ke samping kiri-kanan, menggerak-gerakkan kaki kiri-kanan ke depan. Tujuannya ialah untuk menghilangkan kekakuan pada saraf-saraf atau otot-otot akibat lama duduk atau berdiri tadi itu.

5.      Kompres mata dengan air hangat. Kadang mata terasa perih atau kaku, maka kompreslah dengan air hangat. Biarkan beberapa saat dalam keadaan segar.

6.      Perhatikan asupan makanan yang bergizi. Makanan bergizi adalah asupan penting untuk kesehatan tubuh. Hindari makanan junk food (makanan kurang gizi), artificial food (makanan tiruan) dan makanan-makanan yang mengandung tambahan bahan pengawet, pewarna dan perasa lainnya. Dengan makanan bergizi tersebut, maka kondisi mata pun akan ikut menjadi sehat.

Demikianlah 6 tips sederhana di atas itu sebagai jaga-jaga, agar selalu mewaspadai kondisi mata dalam berinteraksi dengan layar hape dan peralatan gadget lainnya.

Semoga bermanfaat...!

 

( Dikutip dari: Anas Ahmad –seorang profesional coach ketogenic, dengan beberapa perubahan dan penambahan untuk mempermudah memahami uraian materi )

 

**********